Penolakan
Sebuah notifikasi dari salah satu social media yang aku
punya terpampang di layar handphoneku pagi ini, ada sebuah kiriman postingan
dari seorang yang kukenal. Aku menarik sudut bibir setelah membacanya, entah apakah
aku harus tertawa atau tertohok karenanya. Jadi, postingannya begitu singkat dalam
Bahasa Jawa bertulis,”Ojo gampang nolak
cinta, mundak angel jodohmu” kalau
di artikan dalam Bahasa Indonesia artinya Jangan gampang nolak cinta, nanti
susah jodohmu. Tidak begitu penting jika tak ada history antara aku dengan dia, mungkin dia merasa salah satu yang kupukul
mundur dalam wilayah hatiku dan sekarang dia merasa dapat membusungkan dada
sebab telah memenangkan sebuah wilayah yang mungkin sebentar lagi mampu dia
ikat dalam sebuah status. Apa karena dia sudah pada tahap itu lantas merasa lebih
baik dariku kah? Apakah dia sedang mencoba menasehatiku? Pikirku kepadanya. Entahlah……
Oh iya, Aku dulu pernah mengenal seorang laki – laki yang begitu keukeh dengan perasaannya padaku dan seakan menyalahkanku karena penantiannya, Apa aku bersalah dalam hal ini juga? Apakah salah jika aku menolak?
Perihal tolak – menolak seperti ini mengingatkan aku pada perkataan seseorang kala itu, seperti ini garis besarnya,” Laki – laki itu berkuasa memilih dan wanita yang dipilih berkuasa menolak” dan aku merasa ada benarnya juga. Contohnya seperti ovum yang hanya bisa menunggu dan membiarkan sel sperma masuk lalu bila ada satu yang sudah cocok dan sesuai maka ovum tersebut akan membentengi diri dari yang lainnya. Bahkan dalam sistem seperti itu, Allah seakan sudah menempatkan posisi wanita yang hanya memiliki dua pilihan yaitu menerima dan menolak.
Dan atas semua pilihan yang aku buat, aku tak menyesal. Penolakan bukanlah hal yang buruk atau sebuah penghinaan dan bukanlah hal yang bersifat abadi karena semua pasti akan diterima saat simpul kesesuaian telah bertaut. Iyaa semua akan pada penerimaannya masing – masing dan aku doakan hal tersebut untukmu, untuknya dan lainnya.
Dan satu lagi, aku memang mulai gelisah perihal jodoh. Namun, aku yakin akan kuasa-Nya yang Maha Segalanya dan betapa mudah perkara ini bagi-Nya. Yang perlu di lakukan manusia hanya terus meminta dan berusaha apabila di rasa sulit, aku yakin pasti di balik kesulitan ada kemudahan. Jadi, percaya saja bahwa pasti ada takdir yang tak disangka – sangka.
Komentar
Posting Komentar